Tur, ST12 Bakal Tampilkan Tari Pendet




Dalam tur keliling Indonesia dan Asia yang bakal dilakukan oleh ST12 bulan depan, mereka mengungkapkan akan memberikan sesuatu yang berbeda dalam pertunjukan mereka. Namun, saat ditanya tentang sesuatu yang berbeda itu,Charly mengaku masih rahasia.

"Yang pasti ada pertunjukan yang dikemas di salah satu lagu. Kita akan sedikit menampilkan tari-tarian. Namun, kita akan melihat sejarah dan akan dikonsep terlebih dahulu. Pokoknya, nanti akan ada penampilan berbeda di setiap kota," kata Charly yang ditemui selepas manggung di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Sabtu (26/09) kemarin.

Dia mengaku jika pertunjukan spesial itu sendiri berasal dari ide mereka beramai-ramai juga ditambah dengan banyaknya masukan dari penggemarST12.

"Kita mau menampilkan Tari Pendet nantinya," tambahnya.[STsetia/zulmi]

ST12 Tumbuhkan Inspirasi Lewat Buku Musik




Kesuksesan yang diraih ST12 nampaknya masih terus dilanjutkan dalam berbagai bentuk. Salah satu yang kini tengah diusahakan oleh grup musik beraliran Melayu ini menjual buku tentang mereka. Dengan harapan dapat memberikan inspirasi, buku baru ini disertai dengan chord permainan gitar.Menurut vokalis grup ini, Charly buku ini memang buku musik yang mengupas tentang ST12. "Ini merupakan buku musik tentang ST12. Karena di buku ini ada lagu ST12, chord gitar berserta lirik lagu. Ada juga biografi singkat tentang kita. Buat kita ini sesuatu yang luar biasa dan semoga berharap ini bermanfaat buat fans kita," terang

ST12 Ingin Musik Melayu Diakui




Genre musik Melayu yang ditekuni ST12, mungkin sampai saat ini belum terlalu familiar bagi pecinta musik Indonesia. Namun grup musik ini berketetapan untuk membawa jenis musik ini ke ranah musik tanah air. Salah satu cara yang mereka lakukan dengan meluncurkan buku tentang grup musik mereka dan menyertakan chord-chord musik Melayu. Dengan cara ini ST12 berharap musik Melayu mendapat pengakuan.

"Mungkin ini semacam bukti eksistensi ST12. Kita memang bukan band yang ahlinya Melayu tapi kita hanya menyukai musik Melayu. Karena buat kita musik Melayu itu akarnya dan asalnya itu dari Indonesia. Terus terang kita sedih karena musik Melayu masih belum mendapat pengakuan dari orang Indonesia sendiri, entar kalau musik Melayu diklaim sama negara lain, barulah kita kelimpungan. Kalau hal lain mungkin bisa dipatenkan seperti batik. Tapi kalau musik itu gak ada patokannya," terang Charly

Sedang bagi Pepep industri hiburan yang mereka tekuni, tak terlepas dari bisnis dan penerbitan buku ini dianggapnya sebagai salah satu kreativitas bisnis. "Kita ini kan terjun dalam sebuah industri bisnis, jadi wajar semua yang berhubungan dengan St12 dimaksimalkan untuk bisa dijual. Jadi nggak cuma kaset dan CD atau RBT saja yang bisa dijual. Dan ini murni kreativitas bisnis saja. Kita cuma bersyukur saja dan tugas kita tinggal menyenangkan orang lain. Kalau kita sih maunya buku ini gratis tapi banyak orang yang terlibat dalam proses pembuatan buku kita ini," terang drummer ini. (STsetia/Zulmi)

P.U.S.P.A Repackage



Launching album: PUSPA Repackaged milik ST12 diwarnai dengan beberapa gebrakan baru yang diyakini bakal membuat band asal Bandung ini mereguk kesuksesan yang lebih besar lagi.

Trinity Optima Production selaku perusahaan rekaman yang menaungi ST12 bekerjasama dengan I-Radio menyiarkan acara peluncuran album PUSPA Repackaged di tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta pada hari Kamis, 16 Juli 2009 langsung dari Atrium Plaza Semanggi, Jakarta.

Acara ini merupakan program baru dari I-Radio yang diberi nama INTRO. Program ini merupakan bentuk kerjasama I-Radio dengan perusahaan rekaman untuk mempromosikan album para musisi Indonesia secara On Air. Bentuk kerja sama terdiri dari peluncuran album terbaru sampai pemutaran lagunya di I-Radio Network secara eksklusif.

ST12 mendapat kehormatan sebagai artis pertama yang menjadi bintang di INTRO melalui album PUSPA Repackaged. Album berisikan 14 lagu ini memajang tiga lagu baru yaitu Isabella (dibuat dalam dua versi:slow version dan isabella), Biarkan Jatuh Cinta, dan MemujaMu.

Dalam acara peluncuran album yang sekaligus menjadi ajang konferensi pers itu juga dilakukan seremoni peluncuran ST12 Fans Club (ST Setia) dan website http://www.bandst12.com.

Pada tanggal 15 Juli, acara musik INBOX di SCTV telah menampilkan edisi khusus ST12. Acara tersebut menjadi ajang pemutaran perdana video klip SKJ (Saat Kau Jauh). Band beranggotakan Muhammad Charly Van Houten (vokal/gitar), Dedy 'Pepeng' Sudrajat (gitar), dan Ilham 'Pepep' Febry (drum) itu juga menyanyikan lagu-lagu baru dari album yang promosinya didukung penuh oleh Indosat tersebut seperti Isabella, MemujaMU, Biarkan Jatuh Cinta, dan Putri Iklan.


INGIN DOWNLOAD LAGUNYA ? ADA DISAMPING BLOG SAYA

P.U.S.P.A


ST 12 - P.U.S.P.A


Setelah sukses dengan album pertamanya, kini ST 12 hadir kembali dengan album kedua, P.U.S.P.A. Hits pertamanya, P.U.S.P.A (Putuskan Saja Pacarmu) telah bergema di toko-toko musik dan televisi. Hanya saja dalam album kedua ini mereka kehilangan salah satu personilnya yang bernama Imam Rush yang telah meninggal dunia dan single "Saat Terakhir" dalam album kedua ini memang dipersembahkan mereka untuk Imam. Kini ST 12 hanya digawangi oleh tiga personil, Charly Van Houtten (vocal), Pepep (drum) and Pepeng (gitar). Dengan single hits P.U.S.P.A dan konsisten pada musik melayu, ST 12 berencana ingin go internasional, meraih pasar Asia Tenggara. Nama ST 12 sendiri diambil dari nama jalan, tempat dimana band mereka terbentuk, yaitu Studio OMS, Jl. Stasiun Timur no.12, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kini mereka berada di bawah label Trinity Production. Dalam album kedua ini, ST 12 tetap mengusung musik melayu tetapi di-aransemen dengan gaya modern. Single pertamanya yang berjudul P.U.S.P.A, musiknya hampir mirip dengan single "Aku Masih Sayang" pada album pertama mereka "Jalan Terbaik".

Biografi St12














ST12 adalah grup musik beraliran musik Melayu. ST12 didirikan di Bandung oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), dan Iman Rush (gitar).

Awalnya, keempat personel ini tak saling kenal, meski mereka telah lama berkecimpung di dunia musik. Mereka mulai akrab setelah sering bertemu di studio rental di Jalan Stasiun Timur 12, Bandung, milik Pepep. Mereka pun akhirnya resmi mendirikan ST12 pada tanggal 20 Januari 2005. Nama ST12 yang merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 adalah nama pemberian ayah Pepep, Helmi Aziz.

Meski keempat personel ini memiliki aliran musik favorit yang berbeda, Charly menggemari jazz, Pepep suka jazz dan rock, sementara Pepeng tumbuh bersama musik rock, namun mereka kompromi untuk membuat ST12 beraliran melayu.

ST12 terpaksa merilis album perdana mereka melalui jalur independent (indie) karena tak ada label yang mau menampung mereka. Sayang, pada bulan Oktober 2005, saat tur promosi album di Semarang, Iman Rush meninggal akibat pecah pembuluh darah di otak.
Trinity Optima Production mulai melirik ST12 setelah album perdana, JALAN TERBAIK (2005), meraih sukses. Album kedua, P.U.S.P.A (2008) yang didedikasikan untuk Iman, dirilis di bawah label Trinity.{STSetia/Zulmi}


Charly (vokal) merupakan grup band asal Bandung yang meroket pamornya lewat hit Aku Masih Sayang, di album kedua ini mereka tidak hanya sekadar mempertahankan konsep bermusik pop bercorak Melayu yang terasa easy listening.

”Tetapi dari 12 lagu yang ada di album kedua, kita mencampurkan beberapa aliran musik, seperti disko, reggae dan akustik,” kata Pepep, drummer sekaligus pemrakarsa terbentuknya ST 12, saat berbincang dengan Republika di Jakarta, Senin (12/5)......

Meski menyisipkan corak ‘asing’, Pepep menegaskan bukan berarti mereka meninggalkan identitas musikal ST 12 yang dikenal sebagai pengusung musik pop-Melayu. ”Kita hanya ingin mengambil segmentasi pendengar yang lebih luas,” kata musisi ini menerangkan seputar penyisipan musik disko dan reggae di album kedua ST 12.

”Harus kita sadari bahwa orang punya cara dan selera yang berbeda dalam menikmati musik. Ada yang butuh musik menghentak, mellow, atau minimalis ornamen yang mengedepankan harmonisasi. Semua itu yang kita suguhkan di album kedua ini,” kata Pepep menjelaskan kembali.

Sementara Charly van Houtten, vokalis ST 12, menambahkan bahwa warna musik disko dan reggae yang hadir d album kedua masih tetap mengedepankan identitas musikalisasi grup musik ini.

”Tetap ada unsur Melayunya,” kata pria yang memiliki cengkok vokal Melayu ini.
Charly mengungkapkan lagu yang dihadirkan dalam versi disko berjudul Cinta Jangan Dinanti-nanti. Selanjutnya tembang bertajuk Saat Kau Jauh (S.K.J) dikemas secara reggae. Selain kedua lagu tadi, masih ada dua lagu lagi yang dihadirkan dalam konsep baru ST 12. Kedua lagu tersebut berjudul saat terakhir dan Cinta Tidak Direstui. ”Keduanya kita hadirkan dalam konsep slow akustik. Artinya kita tidak hanya menghadirkan permainan akustik itu sebagai pembukanya saja, tetapi disajikan secara full akustik.”

Single andalanUntuk album kedua ST 12 justru menempatkan single berjudul Puspa sebagai lagu andalannya. Puspa ini merupakan kependekan dari Putuskan Saja Pacarmu. Tembang ini, kata Pepep, masih tetap ST 12 banget. ”Musikalisasinya masih tetap warna musik ST 12 asli dan masih terus dipertahankan. Saat orang mendengar lagu ini, maka mereka akan bisa mengenali bahwa ini adalah ST 12.”

Sebagai lagu andalan, Trinity Optima Production selaku label recording tempat ST 12 bernaung, secara khusus langsung membuatkan video klip untuk single Puspa. Dalam video klip ini dihadirkan aktris Luna Maya sebagai modelnya.

Charly menceritakan peran Luna dalam video klip Puspa ini sebagai perempuan yang sudah memiliki kekasih. ”Tetapi saya menyuruh dia agar memutuskan pacarnya, lalu saya meminta kepada dia untuk bilang I Love You kepada saya,” kata pria ini sambil tersipu malu saat menceritakan konsep dari video klip Puspa ini.

Sementara, Luna Maya, yang duduk di dekat ketiga personel ST 12, menjelaskan tentang perannya di video klip terbaru ST 12. ”Ini kan tuntutan profesionalisme kerja saja,” katanya singkat.

Untuk video klip Puspa ini, ST 12 dan Trinity memberikan kepercayaannya kepada sutradara Guntur. Clippers muda ini sebelumnya pernah menggarap video klip ST 12 yang berjudul Rasa yang Tertinggal. Sementara itu debut album ST 12 yang dilansir tiga tahun silam berjudul Aku Tak Sanggup Lagi menorehkan prestasi penjualan lebih dari 300 ribu keping.

Berkat penjualan tersebut, pihak Trinity memberikan penghargaan double platinum kepada grup yang menyingkat ST 12 dari nama lokasi di kawasan Bandung, yakni Stasiun Timur Nomor 12.

Walau kehilangan seorang personel, ST12 mampu bertahan dan mendulang sukses di album perdananya. Ciri khas ST 12 yang membawakan lagu melayu memang terasa mantap dibawakan Charly, sang vokalis, memang menjadikan ST12 band yang berkarakter.

album kedua ST12 ini banyak disukai oleh masyarakat indonesia. Kuping orang Indonesia mudah menyerap lagu-lagu dari ST12. Terbukti dalam waktu tiga bulan saja band ini berhasil menggondol Double Platinum. Selain copy albumnya menembus angka penjualan 150 ribu, RBT-nya pun diunduh sebanyak 1 juta.Kenang Iman Rush

JAKARTA INDONESIA,
KESETIAKAWANAN menjadi pedoman yang dipegang teguh oleh kelompok musik pop asal Bandung, ST12, ini dibuktikannya (Jumat, 4 Juli 2008), di Jakarta. Lewat acara launching album terbaru mereka bertajuk “PUSPA”, ST12 mencurahkan perasaannya kepada penonton tentang mendiang kawannya yang telah meninggal dunia, Iman Rush.

ST12 adalah grup band yang memiliki formasi awal dengan empat personel; Charly (vokal), Pepep (dram) dan Pepeng (gitar),dan Iman Rush (gitaris). Setelah ditinggal Iman Rush, ST12 tetap eksis berkarya dengan dukungan beberapa personal tambahan (additional player).

Dalam album teranyarnya, ST12 mengandalkan tembang “PUSPA” dan “Saat Terakhir” untuk meraih hits diblantika musik Indonesia. Diakui Charly, lagu “Saat Terakhir” merupakan persembahan ST12 untuk kawan mereka yang telah meninggal, Iman Rush.
Dalam konser sekaligus launching semalam, tak bisa dipungkiri, personel ST12 larut dalam kesedihan. Pemicunya adalah lagu “Saat Terakhir” yang membuat sang Vokalis meneteskan air mata.

Sebenarnya lagu “Puspa” bukan lagu dengan intonasi lambat dan mendayu-dayu, seperti kebanyakan lagu sedih. Lagu Puspa yang dibawakan sempurna oleh ST12 memiliki irama riang ala chacha. Liriknya pun jenaka. Simak saja syairnya; “Jangan jangan kau menolak cintaku, jangan-jangan kau tak trima cintaku. Putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I Love You padaku,” begitu penggalan lirik bagian reffrain lagu itu.
Bagi seluruh personel ST12, Iman Rush adalah sosok yang baik dan setia kawan. “Iman adalah pedoman hidup dan inspirator kami,” ujar Pepep.{STSETIA/ZULMI}

Biografi Pembuat Blog


Asslamu'alaikum Wr.Wb.
     Hy!Teman-temanku perkenalkan namaku ZULMI FU'ADA nama panggilanku ZULMI,Aku lahir di SIDOARJO,JAWA TIMUR tepatnya tanggal 21 APRIL 1996, Aku sekarang tinggal di KEDUNGWONOKERTO,PRAMBON,SIDOARJO 
    Saya orangnya HUMORIS,SUKA BERGURAU,dan SELALU CERIA. Hobiku adalah bermain GITAR,INTERNET,SEPAK BOLA,BASKET dll. 
    Aktivitasku saat ini hanya SEKOLAH,BELAJAR,BANTU ORANG TUA,dan yang tak pernah aku tinggalkan BERMAIN........Hehehehehehe.
    Dan jika BELAJAR aku tidak pernah lama(Wajar LAKI-LAKI).Pelajaran yang aku sukai adalah T.I.K(Teknologi Informasi Dan Komunikasi),MATEMATIKA(Jika mengerti),dan SEJARAH.


                                        :: Salam Kenal !!! ::

    Visitors

    free counters

    About Me

    Foto Saya
    ZULMI FUADA
    Rasa percaya diri adalah kunci rahasia pertama dari sukses seseorang.
    Lihat profil lengkapku

    Pengunjung